Blockquote akan muncul secara otomatis saat kita mengklik tanda petik sedangkan pada tag pre kita harus mengeditnya manual pada HTML saat menulis artikel. Kalau saya sendiri menggunakan tag pre saat untuk menampilkan kode-kode tertentu, sedangkan blockqoute hanya untuk menampilkan kata-kata penting.
Sunday, September 28, 2014
Belajar IT : Tag Pre dan Blockquote
Tag pre biasanya digunakan dalam postingan tutorial yang isinya
berupa kode-kode tertentu seperti CSS,HTML,JavaScript,dll. Fungsinya
yaitu untuk memudahkan dalam melihat kode-kode dan meng-copy nya. Apakah
perbedaan pre dan blockqoute?
Monday, September 8, 2014
persiapan ptn: PASSING GRADE TAHUN LALU NI
sekarang, kita mikirin kuliah dulu jangan main2 atau baca buku. jadi, ini dia passing grade untuk fakultas asyik di ITB kemarin :
Sekolah
Teknik Elektro dan Informatika (STEI) 62,48 %
Fakultas
Teknologi Industri (FTI) 61,54 %
Fakultas
Teknik Perminyakan dan Pertambangan (FTTM) 58,67 %
Sekolah
Farmasi (SF) 57,01 %
Fakultas
Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) 49,71 %
Sekolah
Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) 47,59 %
Fakultas
Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) 43,71 %
Fakultas
Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) 42,04 %
Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 40,92 %
Sekolah
Ilmu dan Teknologi Hayati - Program Rekayasa 39,41 %
Sekolah
Ilmu dan Teknologi Hayati - Program Sains 36,26 %
cukup ya aku capek dan sedih melihatnya. mending kita baca buku lagi, belajar terus nanti tiba2 tua loh :) hehe
kenapa masih baca baca ini? BELAJAR DONG GAK LIAT TUH PASSING GRADE NYA KAYAK APA? BELAJAR SHOO SHOO
lagi capek belajar : THE BOOK THIEF
Ini di sela-sela kegiatan belajar karna skrng udh kelas 12, kalo lagi capek dan butuh refreshing biasanya baca buku. NAH INI LAGI CAPEK, jadi disini akan dibahas salah satu buku yang keren bgt untuk ngisi waktu luang ketika udah terlalu banyak belajar. bukunya adalah "THE BOOK THIEF".
ini reviewnya menurut goodreads:
It's just a small story really, about, among other things, a girl, some words, an accordionist, some fanatical Germans, a Jewish fist-fighter, and quite a lot of thievery.
Set during World War II in Germany, Markus Zusak's groundbreaking new novel is the story of Liesel Meminger, a foster girl living outside of Munich. Liesel scratches out a meager existence for herself by stealing when she encounters something she can't resist: books. With the help of her accordion-playing foster father, she learns to read and shares her stolen books with her neighbors during bombing raids - as well as with the Jewish man hidden in her basement before he is marched to Dachau.
This is an unforgettable story about the ability of books to feed the soul.
Set during World War II in Germany, Markus Zusak's groundbreaking new novel is the story of Liesel Meminger, a foster girl living outside of Munich. Liesel scratches out a meager existence for herself by stealing when she encounters something she can't resist: books. With the help of her accordion-playing foster father, she learns to read and shares her stolen books with her neighbors during bombing raids - as well as with the Jewish man hidden in her basement before he is marched to Dachau.
This is an unforgettable story about the ability of books to feed the soul.
ini covernya yang paling baru:
Subscribe to:
Posts (Atom)